Pendapatan Mempengaruhi kinerja manusia
Pendapatan dan kebutuhan Kata yang biasa terdengar setiap hari, kadang kita tidak pernah sadar bahwa pengaruh itu telah terjadi di dalam kehidupan dan kita menganggap hal itu biasa- biasa saja.
Tulisan ini berdasarkan riset singkat saya kepada rekan-rekan kerja yang saya amati selama 8 tahun saya bekerja di institusi saya yaitu kepolisian Negara Republik Indonesia, saya rasa semua anggota Polri juga mempunyai pemikiran yang sama seperti saya tetapi mereka malas membagi, dan juga mungkin takut membagi apa yang mereka rasakan.
Sekarang kita berbicara dlm konteks awam saja biar lebih mudah anda masuk kedalam pola pikir saya,
Seorang Polisi yang berkeluarga lebih Berpotensi menerima gratifikasi dibanding Polisi yg bujangan, ini fakta krn setelah saya berkeluarga saya juga tidak bisa menolak jika ada yg memberi dgn embel2 tanda terimakasih walaupun secara prosedur saya melakukan hal yg benar. Itu saya lakukan notabene hanya takut keluarga saya kekurangan dirumah karna jujur saja gaji kami belum cukup untuk menunjang tugas kami yg begitu komplex dan dinamis. Bukannya tdk puas dgn apa yg telah negara sediakan tetapi secara manusiawi seorang ayah akan memberikan yang terbaik untuk keluarganya, pemikiran saya why not. Sy tidak membantu yg salah. Hanya melayani dengan ikhlas, menangkap orang, menjunjung keadilan, dan di beri tip seperti layaknya tukang parkir yg bersuil- suil dan di berikan uang tip parkir. Dan seperti belboy hotel yg membantu mengangkat koper kita ke kamar. Anggapan saya Why not?? Toh sy gak Minta!
Anda mungkin beropini lain tapi apa daya kapolres saya saja menganggap hal itu sebagai rejeki yg mubazir jika ditolak, jika dipikir lagi memang benar sih asal dalam konteks anda tidak berada diluar prosedur dan tidak merugikan org! Itu lo yang penting!!! Keadilan harus tetap Ditegakkan!!
Menurut saya Solusinya adalah Polisi harus mendapatkan Gaji yg layak dan fasilitas yang mumpuni. Kenapa? Ada yang tau kenapa? Iya... Karena Polisi rentan terhadap Korupsi! Setiap Anggota Polri mempunyai wewenang khusus dan sangat rentan menyimpang.
Kedua! setiap polisi saat ini masih kurang mendapatkan fasilitas dlm berdinas seperti tunjangan bensin, patroli, intensif tilang dan anggaran penyidikan yang masih jauh dari kata cukup. Itu semua menjadi penyebab utama mengapa Polri saat ini kurang Profesional. Ibaratnya supremasi hukum masih di bilang tebang Pilih.
Saya yakin jika setiap anggota Polri mendapatkan gaji yang cukup dan anggaran yang mumpuni, Polri akan menjadi lembaga yang Paling efektif memperlancar ekonomi dan pembangunan. Karena akan menciptakan masyarakat yang taat dan tertib, aparatur yang bersih, serta mempunyai daya jual kepada investor untuk menanam modalnya di negara ini.
Mengapa saya begitu yakin? Karena disaat sekarang Pun Polri Mampu menangani kasus2 sulit dan menyelamatkan Uang negara bermilyar2 dengan Anggaran Yang Jauh dari kata Cukup!!!!
Semoga Polri semakin Jaya.
Semoga Negara Ini semakin Maju.
Komentar
Posting Komentar